DALAM DIAM | Kita bisa melihat sekat antara hati dan pikiran yang tak pernah bersahabat.
DALAM DIAM | Kita mampu menciptakan ruang. Hati meregang. Berpikir tanpa kekang.
DALAM DIAM | Hati bicara walau lidah tak merangkai kata. Menelanjangi yang fana agar jadi nyata.
DALAM DIAM | Amarah diredam, walau kadang segala gumpalan sakit perlahan jadi dendam.
DALAM DIAM | Maaf terangkai, menjadi satu pilihan akhir yang tak mudah dicapai.
DALAM DIAM | Mungkin hati menyangkal dan pikiran terlalu bebal. Tapi kenyataan tetap berputar seperti bola pejal.
DALAM DIAM | Aku mempelajari kita. Semoga aku cukup bijaksana.
@prosahitam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar