Dalam Diam | semoga aku cukup bijaksana

Sabtu, 21 Januari 2012 0 komentar
DALAM DIAM | Kita bisa melihat sekat antara hati dan pikiran yang tak pernah bersahabat.

DALAM DIAM | Kita mampu menciptakan ruang. Hati meregang. Berpikir tanpa kekang.

DALAM DIAM | Hati bicara walau lidah tak merangkai kata. Menelanjangi yang fana agar jadi nyata.

DALAM DIAM | Amarah diredam, walau kadang segala gumpalan sakit perlahan jadi dendam.

DALAM DIAM | Maaf terangkai, menjadi satu pilihan akhir yang tak mudah dicapai.

DALAM DIAM | Mungkin hati menyangkal dan pikiran terlalu bebal. Tapi kenyataan tetap berputar seperti bola pejal.

DALAM DIAM | Aku mempelajari kita. Semoga aku cukup bijaksana.

@prosahitam

0 komentar:

Posting Komentar

 

©Copyright 2011 osdasriadi | TNB